Pernah
dengar kata statistika? Pasti pernah dong. Bagi kalian yang duduk di
kelas 9 semester ganjil ini, pas banget tuh sedang belajar statistika di
kelas. Apakah kalian sudah memahami materi statistika yang kalian
pelajari? Coba ungkapkan dengan bahasamu sendiri, apa sih statistika
itu? Trus, kamu tahu ga bedanya statistika dan statistik?
(eit..jawabannya bukan ada yang diakhiri huruf “a” dan yang tidak
lo...). kalo kalian belum tahu, wajar sih karena memang tidak semua
orang mendalami bidang kajian ini walaupun peranannya dalam kehidupan
kita sangat penting. Yuk kita diskusi lebih banyak tentang
istilah-istilah dalam statistika dan kegunaannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Hal pertama agar bisa memahami materi statistika, tentu saja kalian harus tahu pengertian statistika itu sendiri.
Hal pertama agar bisa memahami materi statistika, tentu saja kalian harus tahu pengertian statistika itu sendiri.
Salah
satu definisi menyebutkan bahwa statistika adalah metode ilmiah untuk
menyusun, meringkas, menyajikan dan menganalisa data, sehingga dapat
ditarik suatu kesimpulan yang benar dan dapat dibuat keputusan yang
masuk akal berdasarkan data tersebut.
Jika
suatu kesimpulan data sudah dihimpun, pada statistika deskriptif kita
hendak menyimpulkan data itu dalam beberapa hal. Pertama kita hendak
membuat tabel, misalnya tabel frekuensi, tabel frekuensi kumulatif dan
lain-lain yang mengatur data kasar itu. Juga kita akan melihat diagram
atau grafik yang dapat memberi gambaran mengenai keseluruhan data itu,
misalnya diagram lambang (piktogram), diagram batang, diagram lingkaran,
histogram, ogive dan lain-lain. Kemudian kita hendak menghitung
karakteristik data yang dapat mencakup semua data itu, misalnya
rata-rata, median, modus dan lain-lain.
Pengumpulan Data
Data
adalah sesuatu yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan
atau persoalan. Data berbentuk bilangan disebut data kuantitatif
sedangkan data yang berbentuk bukan bilangan disebut data kualitatif.
Data kuantitatif terdiri atas data diskrit dan data kontinu.Data diskrit
adalah data yang diperoleh dengan membilang, mencacah, atau menghitung,
misalnya data jumlah penduduk dan data jumlah anak dalam keluarga.
Adapun data kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur,
misalnya data tinggi badan dan data berat badan.
Jangkauan = data terbesar - data terkecil
Penyajian Data
Penyajian Data Menggunakan Tabel
Tabel Frekuensi Data Tunggal
Penyajian
data tunggal dalam bentuk tabel dinamakan distribusi frekuensi data
tunggal. Agar pembahasan lebih jelas, perhatikan contoh berikut.
Pada sensus penduduk suatu desa didapatkan data jumlah anak yang dimiliki oleh tiap keluarga sebagai berikut.
Pada sensus penduduk suatu desa didapatkan data jumlah anak yang dimiliki oleh tiap keluarga sebagai berikut.
| 1 | 4 | 3 | 4 | 5 | 4 | 3 | 6 | 1 | 2 |
| 2 | 3 | 2 | 4 | 1 | 6 | 5 | 3 | 4 | 3 |
| 4 | 4 | 5 | 4 | 4 | 4 | 6 | 5 | 4 | 4 |
| 2 | 4 | 3 | 3 | 2 | 4 | 2 | 3 | 4 | 1 |
Data
di atas belum tersusun secara teratur sehingga sulit untuk mengetahui
informasi data itu, seperti jumlah keluarga yang mempunyai 4 anak dan
keluarga yang mempunyai anak lebih dari 3. Agar lebih mudah dipahami,
data tersebut disajikan dalam tabel frekuensi data tunggal. Pada tabel
frekuensi data tunggal, tiap-tiap baris pada kolom nilai atau data hanya
memuat satu nilai atau data. Tabel dibagi menjadi 3 kolom. Kolom
pertama adalah datanya. Kolom kedua adalah turus, yaitu cara mencacah
data menggunakan simbol I. setiap menemukan data yang bersesuaian dengan
data yang diperoleh. Kolom ketiga adalah frekuensi, yaitu jumlah turus
atau simbol I pada data tertentu.
| Jumlah anak | Turus | Frekuensi |
| 1 | //// | 4 |
| 2 | ////// | 6 |
| 3 | //////// | 8 |
| 4 | /////////////// | 15 |
| 5 | //// | 4 |
| 6 | /// | 3 |
| jumlah | 40 |
- Tabel Frekuensi Data yang Dikelompokkan
Penyajian data berkelompok dalam bentuk tabel dinamakan distribusi frekuensi data berkelompok. Perhatikan contoh berikut.
Nilai ulangan Matematika siswa kelas IX suatu SMP adalah sebagai berikut.
Nilai ulangan Matematika siswa kelas IX suatu SMP adalah sebagai berikut.
| 44 | 54 | 85 | 92 | 73 | 99 | 91 | 96 | 74 |
| 75 | 70 | 57 | 83 | 49 | 57 | 52 | 64 | 73 |
| 82 | 90 | 70 | 89 | 91 | 67 | 52 | 64 | 73 |
| 82 | 59 | 65 | 79 | 82 | 89 | 53 | 52 | 50 |
Dari
data terlihat bahwa nilai teninggi dan terendah mempunyai range
(angkauan) yang besar, yaitu 99 - 44 = 55. Jika data tersebut disajikan
menggunakan tabel frekuensi data tunggal menjadi tidak praktis maka
perlu disajikan menggunakan pengelompokan data. Pada tabel frekuensi
data berkelompok, tiap-tiap baris pada kolom nilai atau data memuat
beberapa nilai atau data. Istilah-istilah yang harus dipahami dalam
pembuatan tabel frekuensi data yang dikelompokkan adalah sebagai
berikut.
- Kelas interval : pengelompokan beberapa nilai atau data.
- Banyak kelas interval : banyaknya pengelompokan dari seluruh data atau nilai yang ada.
- Panjang interval : banyaknya data pada suatu kelas interval. Panjang interval untuk semua kelas interval pada suatu tabel harus sama.
Dengan
pengertian istilah-istilah di atas diperoleh tabel frekuensi data yang
dikelompokkan untuk nilai ulangan matematika siswa kelas IX adalah
sebagai berikut.
| Nilai | Turus | Frekuensi |
| 44-51 | /// | 3 |
| 52-59 | //////// | 8 |
| 60-67 | //// | 4 |
| 68-75 | ////// | 6 |
| 76-83 | ///// | 5 |
| 84-91 | /////// | 7 |
| 92-99 | /// | 3 |
| jumlah | 36 |
Tabel frekuensi di atas memiliki
a. banyak kelas interval (pengelompokan) = 7 ;
b. panjang kelas interval (banyak data pada satu interval) = 8.
a. banyak kelas interval (pengelompokan) = 7 ;
b. panjang kelas interval (banyak data pada satu interval) = 8.
1.
Pada penyajian data dalam bentuk tabel frekuensi data yang
dikelompokkan, data terkecil dan terbesar harus masuk dalam kelas
interval.
2. Banyak kelas interval dapat ditentukan menggunakan aturan Sturgess, yaitu banyak kelas interval = I + 3,3 log n dengan n adalah banyak data.
2. Banyak kelas interval dapat ditentukan menggunakan aturan Sturgess, yaitu banyak kelas interval = I + 3,3 log n dengan n adalah banyak data.
Penyajian Data Menggunakan Diagram
a. Piktogram
Piktogram adalah suatu cara untuk menampilkan besar data menggunakan gambar yang sesuai dengan datanya. Cara ini paling sederhana dan jelas untuk menyajikan suatu data. Salah satu kelemahan dalam penggunaan piktogram adalah sulitnya membedakan setengah dan satu pertiga gambar atau jumlahnya tidak dapat diwakili dengan satu unit gambar sehingga penggunaan piktogram sangat terbatas.
Piktogram adalah suatu cara untuk menampilkan besar data menggunakan gambar yang sesuai dengan datanya. Cara ini paling sederhana dan jelas untuk menyajikan suatu data. Salah satu kelemahan dalam penggunaan piktogram adalah sulitnya membedakan setengah dan satu pertiga gambar atau jumlahnya tidak dapat diwakili dengan satu unit gambar sehingga penggunaan piktogram sangat terbatas.
b. Diagram Batang
Diagram batang adalah cara menyajikan data dalam bentuk batang-batang. Tiap batang lebarnya sama, sedangkan tinggi batang menyatakan frekuensi dari data yang bersangkutan. Untuk membuat diagram batang diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus. Sumbu mendatar (horizontal) menunjukkan jenis kategorinya, sedangkan sumbu tegak (vertikal) menunjukkan frekuensinya. Skala sumbu mendatar tidak harus sama dengan skala sumbu tegak. Letak batang yang satu dengan yang lain dibuat terpisah.
Diagram batang adalah cara menyajikan data dalam bentuk batang-batang. Tiap batang lebarnya sama, sedangkan tinggi batang menyatakan frekuensi dari data yang bersangkutan. Untuk membuat diagram batang diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus. Sumbu mendatar (horizontal) menunjukkan jenis kategorinya, sedangkan sumbu tegak (vertikal) menunjukkan frekuensinya. Skala sumbu mendatar tidak harus sama dengan skala sumbu tegak. Letak batang yang satu dengan yang lain dibuat terpisah.
c. Diagram Lingkaran
Penyajian data juga dapat dilakukan dengan menggunakan lingkaran. Daerah lingkaran menggambarkan keseluruhan data. Data disajikan dengan menggunakan juring atau sektor, di mana besar sudut pusat dari juring sesuai dengan perbandingan setiap data terhadap keseluruhan data.
d. Diagram GarisPenyajian data juga dapat dilakukan dengan menggunakan lingkaran. Daerah lingkaran menggambarkan keseluruhan data. Data disajikan dengan menggunakan juring atau sektor, di mana besar sudut pusat dari juring sesuai dengan perbandingan setiap data terhadap keseluruhan data.
Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data yang diperoleh dari waktu ke waktu secara teratur dalam interval waktu tertentu. Diagram garis digunakan untuk mengetahui pertumbuhan/perkembangan suatu hal secara kontinu.
Ukuran Pemusatan
Ukuran
pemusatan sekelompok data adalah nilai atau data yang dapat mewakili
sekelompok data tersebut atau sering juga disebut rata-rata. Nilai
rata-rata pada umumnya mempunyai kecenderungan terletak di tengah-tengah
dalam suatu kelompok data yang disusun terurut atau dengan kata lain
mempunyai kecenderungan memusat. Misalkan suatu data tinggi badan
beberapa siswa (dalam cm) adalah sebagai berikut.
135 140 150 150 150 155 157 160
Dari
data di atas tampak bahwa sebagian besar tinggi siswa di sekitar 150.
Dengan demikian, 150 disebut ukuran pemusatan dari data tinggi badan
siswa. Ada beberapa jenis ukuran pemusatan (ukuran tendensi sentral),
antara lain mean. modus. dan median.
Mean (Rataan Hitung)
Mean
dari sekumpulan data adalah jumlah seluruh data dibagi banyaknya data.
Mean biasanya dilambangkan dengan Jika data terdiri atas n, yaitu x1,
x2, x3, ...xn maka mean dari data tersebut dapat dirumuskan sebasai
berikut.
Modus
Data
yang kalian peroleh biasanya bervariasi, ada yang muncul sekali ada
yang muncul lebih dari sekali. Data yang paling sering muncul disebut
modus. Modus adalah data yang paling sering muncul atau frekuensinya
paling tinggi. Pengertian lain adalah nilai data yang sering muncul
(mempunyai frekuensi terbesar). Modus dapat ada ataupun tidak ada.
Kalaupun ada dapat lebih dari satu.
Median
Median
adalah nilai yang terletak di tengah dari data yang terurut. Jika
banyak data ganjil, median adalah nilai paling tengah dari data yang
sudah diurutkan. Jika banyak data genap, median adalah mean dari dua
bilangan yang di tengah setelah data diurutkan.
Median adalah nilai tengah setelah data terurut naik. Pengeritan lain adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan menurut besarnya. Dengan ketentuan: Jika banyak data ganjil, maka median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan.
Median adalah nilai tengah setelah data terurut naik. Pengeritan lain adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan menurut besarnya. Dengan ketentuan: Jika banyak data ganjil, maka median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan.
Contoh:
Diketahui data
7, 9, 8, 13, 12, 9, 6, 5 n = 8 Jawab : Rata-rata = 5+6+7+8+9+9+12+13 = 8,625
Diketahui data
7, 9, 8, 13, 12, 9, 6, 5 n = 8 Jawab : Rata-rata = 5+6+7+8+9+9+12+13 = 8,625
8
Median
Data diurutkan terlebih dahulu menjadi
5 6 7 8 9 9 12 13
median = 8 + 9 = 8,5
Data diurutkan terlebih dahulu menjadi
5 6 7 8 9 9 12 13
median = 8 + 9 = 8,5
2
Modus = 9 (sering banyak muncul)
Kuartil
Selain
ketiga ukuran pemusatan data di atas, terdapat beberapa ukuran
pemusatan lagi. Salah satunya adalah kuartil. Kuartil adalah nilai
ukuran yang membagi data yang sudah terurut menjadi empat bagian yang
sama. Contoh suatu data terurut seperti berikut.
Data
yang terdapat pada batas pengelompokan pertamadisebut kuartil bawah
(Q1), batas pengelompokan kedua disebut kuartil tengah (Q2), dan batas
pengelompokan ketiga disebut kuartil atas (Q3).
Data
yang terdapat pada batas pengelompokan pertamadisebut kuartil bawah
(Q1), batas pengelompokan kedua disebut kuartil tengah (Q2), dan batas
pengelompokan ketiga disebut kuartil atas (Q3).
Untuk
menentukan nilai-nilai kuartil, kita tentukan nilai kuartil tengah (Q2)
terlebih dahulu. Nilai Q2 adalah median dari data tersebut.
Selanjutnya, seluruh data yang berada di sebelah kiri Q2, digunakan
untuk mencari Q1. Nilai Q1 adalah median dari data sebelah kiri Q2,
sedangkan Q3 adalah median dari seluruh data di sebelah kanan Q2 Selain
dengan cara di atas, nilai kuartil dapat ditentukan dengan menggunakan
rumus berikut.

Histogram dan Poligon Frekuensi
Histogram
dan Poligon Frekuensi adalah dua grafik yang menggambarkan distribusi
frekuensi. Histogram terdiri dari persegi panjang yang alasnya merupakan
panjang kelas interval, sedangkan tingginya sama dengan frekuensi
masing-masing kelas interval.
Poligon
Frekuensi adalah suatu garis putus putus yang menghubungkan titik
tengah ujung batang histogram. Biasanya ditambah dua segmen garis lain
yang menghubungkan titik tengah ujung batang pertama dan terakhir dengan
titik tengah kelas yang paling ujung dimana frekuensinya bernilai nol.
Pengertian Sampel dan Populasi
Dalam
pengumpulan data, jika objek yang diteliti terlalu banyak atau terlalu
luas maka sering kali orang menggunakan sebagian saja dari seluruh objek
yang diteliti sebagai wakil. Sebagai objek yang dipilih itu disebut
sampel, sedangkan seluruh objek tersebut dinamakan populasi. Untuk
memahami pengertian populasi dan sampel, perhatikan contoh berikut.
“ucok
ingin membeli jeruk pada suatu kios buah di pasar. Agar yakin semua
jeruk yang dibelinya manis, ucok tidak ingin mencicipi satu per satu
jeruk yang ada di situ. ucok dapat mencicipi salah satu jeruk yang ada
dalam keranjang untuk memastikan semua jeruk dalam keranjang rasanya
manis”.
Dalam
hal ini, jeruk yang dicicipi ucok disebut sampel dan semua jeruk dalam
keranjang disebut populasi. Populasi adalah himpunan semua objek yang
akan diteliti, sedangkan sampel adalah himpunan bagian dari populasi
yang dijadikan pengamatan.



0 komentar:
Posting Komentar